FAQs

Temukan jawaban dari hal-hal yang paling sering ditanyakan mengenai Muara Enim Cerdas. Jika tidak menemukan jawaban yang Anda cari, silakan langsung menghubungi kami.

Tentang Muara Enim Cerdas.

1. Apakah Muara Enim Cerdas?

Gerakan Muara Enim Cerdas (MEC) adalah inisiatif masyarakat yang berani memajukan pendidikan mulai dari pelosok Indonesia. Tujuannya adalah mengajak semua pihak untuk terlibat menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. MEC memberi kesempatan kepada lulusan terbaik dari berbagai universitas untuk menjadi jendela kemajuan di daerah melalui wahana bekerja sebagai guru selama satu tahun. MEC dimaksudkan menjadi sarana yang efektif untuk menempa jiwa pengabdian dan kepemimpinan seseorang dalam kegiatan sosial yang kreatif.

2. Apakah fokus kegiatan dan tujuan MEC?

Fokus kegiatan MEC ialah merekrut, menyeleksi, dan melatih para lulusan terbaik perguruan tinggi dari berbagai disiplin keilmuan serta menempatkannya sebagai tenaga pengajar di Sekolah Dasar selama satu tahun di daerah yang membutuhkan. Lulusan yang direkrut tidak hanya dari jurusan kependidikan akan tetapi pelatihan berfokus pada materi kependidikan dan kepemimpinan.

3. Mengapa MEC fokus pada Sekolah Dasar?

MEC memandang bahwa pendidikan dasar tidak hanya menjadi kebutuhan dasar setiap warga negara; tetapi juga menjadi tahapan awal yang sangat menentukan bagi perkembangan seseorang. MEC percaya bahwa pendidikan seperti eskalator bagi kehidupan seseorang, sehingga jenjang pendidikan dasar merupakan langkah awal yang sangat menentukan bagi kualitas masa depan seseorang. Terlebih lagi, dari data dan laporan didapatkan kenyataan bahwa kualitas guru sekolah dasar merupakan yang paling buruk dibandingkan guru pada jenjang pendidikan lain. Jumlah guru SD yang belum berkualifikasi S-1 sebesar 75.2%; dan yang turut mengkhawatirkan adalah lebih dari 75% guru SD akan memasuki pensiun dalam lima tahun mendatang. (Analisis Data Guru 2009, Ditjen PMPTK, 2009).

4. Di daerah mana saja wilayah kegiatan MEC?

MEC berkegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Muara Enim karena isu kekurangan guru tidak hanya menjadi masalah bagi daerah terpencil saja. Masalah umum selain kualitas guru adalah disalokasi guru. 21% sekolah di perkotaan kekurangan guru, 37% sekolah di pedesaan kekurangan guru dan 66% sekolah di daerah terpencil kekurangan guru. Uniknya, 68% sekolah di perkotaan mengalami oversupply, sementara 66% sekolah di daerah terpencil mengalami kekurangan guru.

5. Siapakah pendiri MEC?

MEC didirikan oleh berbagai pihak yang berkomitmen untuk ikut secara aktif membantu pemerintah dalam pembangunan pendidikan. Pihak lain tersebut adalah para pegiat, volunteers, serta dunia bisnis yang secara khusus membantu pendanaan program ini.

6. Bagaimana caranya jika saya ingin terlibat dalam kegiatan MEC?

Silahkan kunjungi laman berikut untuk mencari tahu bagaimana Anda bisa terlibat di dalam Gerakan Muara Enim Cerdas. Bagi trainer/lembaga pelatihan, calon sponsor, Sekolah Dasar, maupun pihak ketiga lainnya; Anda dapat menghubungi kami di: info@muaraenimcerdas.org.

  kembali ke kategori

 

Persyaratan & Pendaftaran.

1. Apa saja kriteria Guru Pengabdi MEC?

Kriteria Guru Pengabdi MEC adalah lulusan perguruan tinggi dengan kualifikasi akademik yang baik, memiliki pengalaman kepemimpinan, memiliki minat, motivasi, serta semangat untuk mengajar serta tinggal di pelosok Indonesia. Persyaratan lengkap untuk menjadi Guru Pengabdi dapat dilihat di sini.

2. Mengapa MEC memilih lulusan terbaik?

MEC memandang bahwa bahwa lulusan terbaik bangsa memiliki kapasitas dan kualifikasi yang mumpuni untuk diasah menjadi tenaga pengajar yang baik. Umumnya, mereka memiliki kreatifitas dan inisiatif yang tinggi serta dapat memberikan inspirasi maupun model bagi anak bangsa di daerah. MEC juga memandang bahwa kemampuan kepemimpinan lulusan terbaik ini akan semakin terasah selama satu tahun ditempa di daerah sehingga akan lebih siap untuk membangun nusantara dalam berbagai posisi kerjanya di kemudian hari.

3. Mengapa Guru Pengabdi MEC harus minimal S1?

Menurut UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen serta PP 74/2008 tentang Guru disebutkan bahwa untuk mendapatkan sertifikasi profesi dan tunjangan profesi disyaratkan minimal berpendidikan sarjana atau diploma empat. Hal ini dimaksudkan agar kualitas guru lebih meningkat dengan asumsi tingkat pendidikan terakhir memberikan pengaruh pada kapasitas mengajar mereka. Muara Enim Cerdas juga percaya bahwa diperlukan input terbaik untuk dapat membentuk lapis generasi pengajar yang baik. Jenjang pendidikan S1 dipercaya cukup untuk menjadi landasan kapasitas untuk dikembangkan menjadi tenaga pengajar yang mumpuni.

4. Bagaimana jika saya tidak memiliki latar belakang atau pengalaman mengajar?

Setelah Anda lolos seleksi MEC, Anda akan mendapatkan pelatihan intensif selama dua bulan mengenai kependidikan/pengajaran dan kepemimpinan dengan trainers/providers dan individu yang kompeten di bidang masing-masing. Jadi, bila Anda tidak memiliki pengalaman mengajar tetap dapat turut serta dalam program ini.

5. Apabila saya memiliki gelar master/magister dan dapat diselesaikan kurang dari dua tahun sejak tahun kelulusan strata satu, maka, dapatkah saya menjadi Guru Pengabdi MEC?

Anda tetap dapat mendaftar menjadi Guru Pengabdi MEC. Hal ini dibuktikan dengan dokumen kelulusan yang ditunjukkan calon Guru Pengabdi pada tahap seleksi langsung atau wawancara.

6. Mengapa saya sebagai fresh graduate lebih memilih bergabung dengan MEC daripada bekerja di perusahaan atau menjadi PNS?

MEC memberikan kesempatan bagi fresh graduate untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan dengan menempa diri di masyarakat selama satu tahun, selain memberikan kesempatan untuk menyalurkan semangat volunteerism di daerah terpencil. MEC memberikan tunjangan yang cukup selama penugasan. Di samping itu, MEC hanya mengikat Guru Pengabdi dalam perjanjian penugasan selama satu tahun, sehingga Guru Pengabdi dapat mengembangkan karir dalam bidang apapun setelah masa penugasan selama satu tahun.

  kembali ke kategori

 

Pelatihan & Dukungan Lain.

1. Fasilitas apa yang diperoleh Guru Pengabdi MEC?

Guru Pengabdi MEC dibekali dengan berbagai fasilitas dan perlengkapan yang menunjang tugas di daerah seperti fasilitas akomodasi. MEC menyediakan tunjangan yang cukup selama penugasan, asuransi kesehatan, serta tunjangan transportasi dan komunikasi.

2. Apa saja materi pelatihan Guru Pengabdi MEC?

Secara umum, MEC memberikan materi pelatihan berupa kependidikan/keguruan dan kepemimpinan yang akan membekali Guru Pengabdi untuk menjalankan tugas di daerah. Materi pelatihan disampaikan dengan berbagai metode baik ceramah, diskusi, workshop, dan tugas-tugas individu maupun kelompok.

3. Siapa saja yang terlibat dalam pelatihan Guru Pengabdi MEC?

MEC bekerjasama dengan berbagai trainers maupun lembaga pelatihan dan individu yang kompeten di bidang kependidikan dan kepemimpinan untuk membekali Guru Pengabdi dengan pelbagai hal yang dibutuhkan selama menjalankan program di daerah penempatan.

4. Apakah saya harus mengikuti seluruh agenda pelatihan?

Ya, karena pelatihan dilakukan secara intensif untuk menyiapkan Guru Pengabdi agar mampu menjalankan tugas sebagai guru kelas SD; menyiapkan keterampilan, fisik, dan mental Guru Pengabdi agar siap ditempatkan di daerah terpencil selama satu tahun.

5. Apakah saya akan mendapatkan sertifikat dari MEC setelah menyelesaikan pelatihan?

Ya, Anda akan mendapatkan sertifikat setelah menjalani pelatihan, termasuk surat tugas mengajar di SD yang telah ditentukan.

  kembali ke kategori

 

Penugasan & Penempatan.

1. Apa yang dilakukan Guru Pengabdi MEC di daerah penempatan?

Tugas utama Guru Pengabdi MEC di daerah penempatan adalah mengajar di sebuah kelas di SD sesuai dengan kurikulum. Selain itu, Guru Pengabdi juga melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang kegiatan pendidikan di SD yang bersangkutan, melakukan inisiatif kegiatan masyarakat terkait dengan pendidikan, serta membangun jaringan dan advokasi pendidikan di masyarakat daerah. Dengan kegiatan utama dan kegiatan pendukung tersebut, diharapkan Guru Pengabdi dapat mengasah diri untuk menjadi calon pemimpin yang dapat menyatu dengan berbagai karakter masyarakat di seluruh Indonesia sekaligus menjadi pengajar yang mampu memberi inspirasi bagi anak-anak di daerah.

2. Apakah seseorang dapat menjadi Guru Pengabdi di daerahnya sendiri?

Tidak, MEC ingin memberikan kesempatan bagi Guru Pengabdi untuk mendapatkan pengalaman interaksi lintas budaya dan tradisi yang ada di seluruh negeri. MEC percaya bahwa pengalaman lintas budaya dan tradisi dapat memperkaya pengalaman pribadi Guru Pengabdi sehingga dapat menjadi modal tambahan di masa depan. Untuk itu, maka seorang Guru Pengabdi TIDAK AKAN ditempatkan di daerah asalnya sendiri.

3. Jika saya hanya bisa mengajar kurang dari satu tahun apa masih memungkinkan untuk menjadi Guru Pengabdi?

Guru Pengabdi MEC wajib untuk tinggal dan hidup bersama dengan masyarakat di daerah penempatan selama satu tahun sesuai dengan perjanjian penugasan yang disepakati.

4. Apakah satu tahun itu sudah menjadi batas minimum?

Ya, satu tahun adalah batas waktu yang wajib dilalui oleh Guru Pengabdi MEC selama di daerah penempatan.

5. Apakah saya bisa memilih daerah di mana saya akan ditempatkan?

Anda tidak dapat memilih daerah penempatan dari pilihan yang ada. Keputusan penempatan berada di pihak MEC dan akan disampaikan sebelum penempatan, khususnya pada saat pelatihan.

6. Apakah saya bisa memilih bidang studi yang akan saya ajarkan?

Guru Pengabdi ditugaskan di daerah dengan harapan siap menjadi guru kelas di SD. Artinya, seorang Guru Pengabdi harus sanggup mengampu sebuah kelas dan mengajar seluruh bidang studi bila ditugaskan oleh Kepala Sekolah. Dalam pelatihan, Anda akan belajar untuk menyiapkan hal ini dan setidaknya akan berlatih mengajar untuk sekurangnya bidang studi Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Indonesia. Selain itu, Anda juga akan difasilitasi untuk belajar berbagai keterampilan lain yang terkait dengan aspek kepengajaran.

7. Bagaimana saya mendapatkan penginapan selama di daerah?

MEC bekerjasama dengan masyarakat setempat dalam menyediakan akomodasi bagi Anda selama satu tahun. Tiap Guru Pengabdi tinggal (mondok) dengan salah satu keluarga di masyarakat. MEC akan mengusahakan bahwa Guru Pengabdi ditempatkan dalam satu kelompok di satu kabupaten, sehingga meskipun tinggal di lain desa/kecamatan Guru Pengabdi masih dapat berkoordinasi setiap jangka waktu tertentu.

  kembali ke kategori

 

Pasca Penugasan.

1. Setelah menyelesaikan tugas di daerah, apakah Guru Pengabdi mendapatkan sertifikasi guru atau sertifikasi lainnya?

Sertifikasi guru oleh pemerintah dicapai dengan syarat dan kriteria tertentu. Kriteria minimum, yaitu lulusan S1, telah dimiliki oleh para Guru Pengabdi. Dengan rekaman pengalaman kerja sebagai pengajar yang didokumentasikan secara rapi dan konsisten, para Guru Pengabdi memiliki kesempatan besar untuk meraih sertifikasi profesi sebagai guru bila memilih untuk berkarir sebagai guru di kemudian hari.

2. Apakah Guru Pengabdi MEC harus menjadi guru di kemudian hari?

Tidak. Guru Pengabdi MEC tidak harus menjadi guru di kemudian hari karena Guru Pengabdi hanya diikat dalam skema perjanjian penugasan selama satu tahun. Pasca-program, para Guru Pengabdi dapat membina karir di bidang yang dipilihnya dengan bekal pengalaman kepemimpinan yang berharga selama bekerja sebagai pengajar SD di daerah.

3. Apakah MEC memiliki dukungan atau program bagi para alumni?

MEC berupaya untuk tetap mendukung alumni MEC, di antaranya dengan upaya memperkenalkan alumni MEC sebagai bakat-bakat yang memiliki kemampuan leadership yang teruji di daerah kepada berbagai lembaga, organisasi, maupun perusahaan di Indonesia.

  kembali ke kategori

 

Iuran Publik.

1. Apa itu Iuran Publik?

Iuran Publik adalah skema pendanaan Muara Enim Cerdas yang berasal dari publik perorangan juga dari institusi. Publik yang lebih luas bukan diajak menyumbang untuk membiayai Muara Enim Cerdas, melainkan berinvestasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia yang bisa dirasakan oleh setiap elemen masyarakat melalui Muara Enim Cerdas.

Iuran Publik dibagi ke dalam dua skema yaitu skema Iuran Perorangan dan Iuran Institusi. Pemberi iuran dapat memilih nominal dan periode iuran yang paling sesuai. Pada skema Iuran Perorangan, publik perorangan diajak untuk iuran dengan jumlah mulai dari Rp. 50.000 – 1.000.000 / bulan dengan periode iuran 3-12 bulan. Sementara, pada Iuran Institusi, institusi, komunitas, lembaga, ikatan, dan perkumpulan lainnya diajak untuk iuran dengan jumlah mulai dari Rp. 2.000.000 – 10.000.000 / bulan dengan periode iuran 3-12 bulan. Periode iuran ini dapat diperpanjang.

2. Mengapa Muara Enim Cerdas membuka skema pendanaan Iuran Publik?

Muara Enim Cerdas percaya bahwa organisasi sosial masyarakat yang keren, seharusnya pendanaannya juga dari publik, karena publik adalah pemilik dari dampak yang sedang dikejar. Atas dasar tersebut, maka Muara Enim Cerdas sebagai suatu organisasi masyarakat sipil, mendorong publik untuk ikut menjadi pemilik dari gerakan ini melalui skema pendanaan Iuran Publik.

Di sisi lain, potensi filantropi sosial di Indonesia sangat besar (cek video ini). Dengan potensi yang besar tersebut, kami yakin organisasi masyarakat sipil dapat terus bekerja dan berdaya atas dukungan dari publik untuk menghasilkan dampak-dampak sosial di Indonesia.

3. Siapa saja yang bisa ikut Iuran Publik?

Semua orang, baik atas nama pribadi melalui skema Iuran Perorangan, maupun atas nama institusi, lembaga, ikatan, dan perkumpulan lainnya melalui skema Iuran Institusi.

4. Apakah saya dapat iuran secara tunai/cash?

Tidak, Muara Enim Cerdas menghindari pemberian iuran dalam bentuk tunai secara langsung, kecuali setor tunai melalui bank ke nomor virtual account Iuran Publik Anda. Ini dikarenakan agar seluruh data pemberi iuran dan nominal iuran yang diberikan dapat tercatat dengan baik dalam Sistem Iuran Publik Muara Enim Cerdas.

Selain itu, pemberian secara tunai juga dihindari untuk membedakan bentuk penggalangan iuran Muara Enim Cerdas. Ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan penyalahgunaan nama Muara Enim Cerdas untuk penggalangan dana publik oleh pihak lain (bukan oleh Muara Enim Cerdas). Mohon informasikan kepada kami apabila ada pihak yang menggalang dana secara tunai dengan menggunakan nama Muara Enim Cerdas.

5. Apa saja cara-cara ikut Iuran Publik?

Saat ini Anda bisa melakukan Iuran Publik di Muara Enim Cerdas dengan beberapa cara: Transfer ke rekening Mandiri (Virtual Account), via kartu kredit, via Mandiri ClickPay dan via blibli.com untuk berbagai metode pembayaran. Khusus bagi Anda anggota Garuda Miles bisa ikut ikuran miles untuk menerbangkan Guru Pengabdi ke berbagai penjuru Indonesia. Silahkan kunjungi https://muaraenimcerdas.org/iuran/ untuk memilih cara iuranmu.

6. Apakah saya akan menerima konfirmasi penerimaan dana iuran dari Muara Enim Cerdas setiap bulannya?

Ya, Anda akan menerima email konfirmasi untuk setiap dana yang kami terima.

Untuk pengguna Kartu Kredit dan Mandiri ClickPay, konfirmasi penerimaan dana akan diinformasikan melalui email segera setelah Anda melakukan transaksi.

Untuk pengguna virtual account (Transfer melalui Rekening), konfirmasi penerimaan dana akan diinformasikan melalui email 1 hari setelah Anda transfer.

7. Apakah saya harus memberikan konfirmasi setiap kali saya melakukan iuran?

Tidak, sistem Iuran Publik Muara Enim Cerdas akan secara otomatis mencatat iuran Anda setelah transaksi iuran Anda berhasil.

8. Apakah saya dapat mengetahui rincian iuran saya?

Ya, Anda dapat mengetahui rincian iuran Anda dengan mengakses tautan ini atau klik “Login” pada halaman utama website Muara Enim Cerdas (berada di pojok kanan atas). Silakan Login dengan memasukkan email dan password Anda, lalu klik “Akun Saya” untuk melihat seluruh informasi keterlibatan Anda selama ini di Muara Enim Cerdas, termasuk juga rincian iuran Anda.

  kembali ke kategori

 

Tidak menemukan jawaban yang kamu cari?

Hubungi Kami